Kisah Teladan : Pemuda mencari Tuhan

Ada seorang pemuda yang lama sekolah di negeri Mesir kembali ke tanah air. Sesampainya di rumah ia meminta kepada orang tuanya untuk mencari seorang Guru agama, dengan syarat siapapun gurunya asal bisa menjawab 3 pertanyaan darinya.  Akhirnya orang tua pemuda itu mencari dan berhasil mendapatkan seorang uztad yang dimaksud.

Selanjutnya terjadilah dialog antara sang pemuda dengan calon Uztadnya

Pemuda  : “Anda siapa? Dan apakah anda bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan saya?”

Uztad      :  “Saya hamba Allah dan dengan izin-Nya saya akan menjawab pertanyaan saudara.”

Pemuda :  “Anda yakin? sedangkan Profesor dan banyak orang pintar saja tidak mampu menjawab pertanyaan saya.”

Uztad      :  “Saya akan mencoba sejauh kemampuan saya”

Pemuda :  “Saya punya 3 pertanyaan

  1. Kalau memang Tuhan itu ada, tunjukan kewujudan Tuhan kepada saya
  2. Apakah yang dimaksudkan dengan TAKDIR?
  3. Kalau syaitan diciptakan dari api kenapa dimasukan ke neraka yang dibuat dari api?, tentu tidak menyakitkan buat syaitan, sebab mereka memiliki unsur yang sama.

Pemuda  :  “Apakah Tuhan tidak pernah berfikir sejauh itu?”

Tiba-tiba sang Uztad tadi langsung menampar pipi sang pemuda dengan keras, sang pemuda kaget dan dengan masih menahan rasa sakit dan jengkel sang pemuda kembali bertanya

Pemuda :  “Apakah Anda marah kepada saya ??”

Uztad      :  “Saya tidak marah, tamparan saya itu adalah jawaban untuk ketiga pertanyaanmu tadi di atas”.

Pemuda :  “Saya benar-benar tidak mengerti dengan maksud Anda”

Uztad      :  “Bagaimana rasanya tamparan tangan saya?”

Pemuda :   “Tentu saja saya merasa sakit!”

Uztad      :  “Jadi sekarang Anda percaya bahwa rasa sakit itu ada?”

Tanpa mampu menjawab sang pemuda hanya bisa menganggukkan kepala tanda percaya bahwa rasa sakit itu ada, selanjutnya…

Uztad      :  “Sekrang…, tolong kamu tunjukan kepada saya rasa sakit itu!”

Pemuda :  “Aku tak bisa menunjukan rasa sakit itu kepada Anda”.

Uztad      :  “Itulah jawaban saya untuk pertayaan pertama.

Uztad      :  “Kita semua merasakan keberadaan Tuhan tanpa ada satupun yang bisa melihat wujudnya”.

Uztad      :  “Apakah tadi malam kamu bermimpi akan ditampar oleh saya?”

Pemuda :  “Tidak!”

Uztad      :  “Apakah terpikirkan oleh kamu akan mendapat tamparan dari saya hari ini?”

Pemuda :  “Tidaaak!”

Uztad      :  “Itulah jawaban saya yang kedua dan itulah yang dinamakan Takdir.”

Uztad      :  “Terbuat dari apa tangan saya yang menampa Anda?”

Pemuda :  “Kulit”

Uztad      :  “Pipi kamu terbuat dari apa?”

Pemuda :  “Kulit”

Uztad      :  “Bagaimana rasanya tamparan tangan saya di pipimu?”

Pemuda :  “Sakit”

Uztad      :  “Walaupun syaitan terbuat dari api, jika Tuhan berkehendak maka Neraka akan menjadi tempat?”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: