Pemimpin Menurut Ajaran Islam

Hari ini dengan mata telanjang kita menyaksikan elite dan pemimpin bangsa berebut bara panas kekuasaan. Setelah melaksanakan kampanye pada saat pemilu yang lalu dengan bicara berbusa-busa bicara tentang kemiskinan dan dan kesejahteraan rakyat.

Ada sebahagian orang yang suka dan penasaran, saling tebak siapa kelak menjadi pemimpin negeri ini, untuk masa lima tahun yang akan datang. Tapi juga tidak sedikit yang muak, melihat tingkah laku polah elite politik yang amat mencolok untuk mempertahankan gengsi dan harga diri pribadi.

Pada titik ini seorang calon pemimpin, amat nyata haus kekuasaannya. padahal menurut Nabi Muhammad SAW, pemimpin itu adalah pelayan, lihatlah pelayan di restoran dan di rumah makan, pelayan restoran dan rumah makan, mereka tidak hanya mencatat menu pesanan tapi juga menyiapkan diri untuk menampung keluh kesah, pelayanan nyaris tidak boleh marah. Mereka harus tetap senyum ramah, meski hati tercabik dan terluka.

Di rumah rumah mewah, pelayan wajib bangun pagi melayani majikan, pelayan juga harus tidur dan istirahat paling akhir setelah majikan dapat rehat dengan nyaman lebih dahulu. Tak jarang meski pekerjaan itu tulus, pelayan kerap pula di bentak.

Karena menjadi pemimpin tidak mudah, Nabi Muhammad SAW juga berpesan agar hati hati dalam memilh pemimpin atau menunjuk seorang pemimpin. seorang yang meminta untuk di pilih kata nabi Muhammad SAW di haramkan untuk di pilih karena kelak jika menjadi pemimpin, biasanya orang semacam itu akan khianat dan tidak melayani orang di pimpin Nabi Muhammad saw bersabda :  Sayyidul qaum qadimuhu : Artinya pemimpin suatu kaum wajib melayani kaum yang di pimpinnnya.

Dalam pandangan ini Asy-Syadlili menjadi pemimpin adalah keramat (kemuliaan) yang di berikan Allah SWT kepada seseorang. Sementara keramat tidak di berikan Allah SWT kepada orang mencarinya, tidak di anugrakan kepada orang yang menuruti nafsunya. Setiap keramat orang yang datang dari Allah SWT datang bersamaan dengan ridha Allah. kepada orang yang senang dengan Allah SWT dan Allah SWT menyenanginya.

Seorang pemimpin sikapnya adalah kata yang di ucapkan. Gaya pemimpin seperti ini tercermin kepada Nabi Muhammad SAW dan empat sahabat. Mereka seirama antara kata dan perbuatan. Prilaku nabi Muhammad yang utama adalah mengenal dan dekat dengan Allah SWT serta sesuai ucapan dan perbuatannya nabi Muhammad lebih sering memberi teladan dengan perbuatan, bukan sekedar kata kata. Nabi tidak menyuruh orang untuk shalat melainkan lebih dahulu melaksanakan shalat bahkan melibihi shalat ummatnya. Empat sahabat nabi yang memerintah sepeninggal nabi juga melakukan hal yang sama. Ketika di lantik menjadi Amirul Mukminin dan Khalifah yang pertama, Abu Bakar menegaskan posisinya sebagai pemimpin, adalah tempat perlindungan bagi mereka yang tidak berdaya. Sebaliknya dia merupakan ancaman bagi pensohor dunia. Dia lebih lapar dari orang miskin yang kelaparan, lebih beriman dari pada ummatnya.

Nabi Muhammad dan para sahabatnya, bukan saja memimpin dengan tingkah laku jasmani melainkan juga sikap hati dan jiwa sesuai ucapan dan perbuatannya dia menyakiti kaum yang di pimpinnya, dia akan di segani perilakunya bukan posisinya..

Kepribadian pemimpin seperti ini jauh dari karakter yang mengaku sebagai pemimpin pada saat ini. Kebanyakan dari mereka jika di pilih atau di tunjuk sebagai pemimpin selalu mengaku sebagai pemimpin yang terbaik, paling ahli, punya pengaruh dan sebagainya

Mengherankan ketika manusia berlomba lomba ingin menjadi pemimpin, padahal dia sebenarnya bukan golongan yang sabar dan bersedia melayani ummat, dan sungguh patut di kasihi, ketika ada orang orang yang mengaku sebagai pemimpin sementara dia bukan menusia mengenal Allah SWT dengan semua sifatnya. Dia ingin di sebut pemimpin, hanya untuk di akui, dia punya kuasa pengaruh dan sebaginya, dia berkuasa memerintah, menghukum, memperkaya diri dan sebagainya. Pada hal kedudukan mereka sebagai pemimpin bukan dalam pengertian pemimpin yang sebenarnya, dipercaya, di taati, dan di contoh oleh seluruh kaum yang di pimpin secara lahir dan batin

Sabar adalah hal yang fundamental bagi seorang pemimpin, lalu siapa yang mampu bersabar melabihi pelayan. Sabda rasulullah SAW : setiap kamu adalah pemimpin dan setiap kamu akan di Tanya akan kepemimpinannya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: